Perlu Kamu sadari, kebanyakan pria agak sulit menerima masukan atau kritik yang disampaikan secara frontal. Egonya bisa terusik. Jika ini terjadi, sulit diharapkan ia akan menerima masukan dari Kamu.

Yang runyam adalah jika ternyata pasangan Kamu termasuk pria yang sangat sensitif dan cenderung defensif. Jangankan menerima kritik,
berargumentasi pun mereka tidak mau. Secara spontan mereka bakal menolak mentah-mentah segala bentuk kritik yang diarahkan kepadanya dan serta merta meledakkan emosinya.

Misalnya, langsung marah atau malah mendiamkan pasangannya. Biasanya, ini mereka lakukan tanpa pembelaan yang masuk akal dan meminta pengertian pasangannya terhadap apa yang mereka lakukan.
Solusinya adalah menyampaikan masukan yang ingin kita utarakan tanpa harus menyinggung ego si dia. Ini taktiknya!

1. Tentukan objek kritik. Kalau Kamu mencatat ada banyak hal perlu Kamu bicarakan, lebih baik Kamu memilih yang Kamu anggap paling penting dulu. Tak semua masalah dalam hidup ini perlu dipersoalkan. Memberondong si dia dengan serangkaian kritik hanya akan membuatnya makin tak nyaman.

2. Pertimbangkan waktu yang baik untuk memulai pembicaraan. Pria bisa bersikap lebih sensitif bila diusik pada waktu yang salah. Kapan waktu yang tepat itu? Saat dia tidak sedang dalam kondisi lelah atau tertekan. Ini bisa Kamu ketahui melalui percakapan. Namun, jika ia tipe pendiam atau sedang enggan bercakap-cakap, Kamu bisa membacanya lewat bahasa tubuhnya. Amati ekspresi nonverbal yang ditunjukkannya, misalnya melalui senyuman, lirikan, helaan napasnya, dan sebagainya.

3. Pilih kata tepat saat mengkrtitik pria. Pernah mendengar ungkapan yang mengatakan ‘lidah pun bisa lebih tajam dari pedang’? Nah, kalau tidak hati-hati, lidah Kamu pun bisa menjadi pedang yang menyakitkan bagi si dia. Siapa pun akan merasa diserang dan dihakimi jika dituding dengan kata-kata yang tajam dan pedas. Kalau pasangan Kamu juga tidak bisa menyikapinya dengan baik, kejadian selanjutnya mudah ditebak: meledaklah pertengkaran antara kalian berdua.

Maka itu, bijaklah memilih kalimat dan sampaikanlah dengan cara yang halus agar ia tidak tersinggung. Hindari mengatakan, “Pokoknya…”, “Kamu tidak pernah...,” atau “Kamu selalu....” karena itu bernada memojokkan dan menuduh, seolah Kamu tidak memberinya kesempatan untuk memberi penjelasan.

sumber : www.vivanews.com

3 komentar:

wuih tau aja....

he..he..he.. ^_*
mmg bener mbak, laki2 suka menangny sendiri, tapi tanpa laki2 wanita juga sepi..

Tips jityu nih buat cewe2.

regards,

MusaFir Malam

kok tau ya.hemmm...

Posting Komentar

My Banner

My Banner My Banner

Banner Friends

Blogroll Link

Konco-konco

Follow

Ngobrol Yukk..

Silaturahmi

ShoutMix chat widget